Rabu, 08 Desember 2010

di balik awan kelabu


duduk terdiam, seorang diri dalam dunia milikku sendiri ditengah keramaian mereka. entah mengapa aku kembali menyesap kesendirian dan sunyi yang seakan hanya untukku...

Tetapi sekarang semuanya berbeda, dulu aku tidak membenci sepi ini. dulu aku mencari sunyi ini, dulu aku menikmati kesendirian dalam duniaku...

tapi sekarang, kenapa sepi yang datang hanya hadir untuk menusuk jauh kedalam hatiku. sunyi yang tercipta hanya menjadi lantunan lirih nyanyian hening, dan sendiri yang seharusnya terasa nikmat itu hanya membuatku kembali teringat sosoknya...

dia bukanlah seseorang yang selalu ada untukku, dia juga bukan seseorang yang menghias hariku..aku bahkan tidak mengenal lebih dari sekedar...dan mungkin dia tidak pernah mengingat bahwa aku ada dalam hidupnya...

hanya sekedar bertukar sapa dan sedikit berbasa-basi yang sangat jarang terjadi sudah membuat hariku menjadi indah...hanya sekedar menyadari bahwa dia menanggapi ucapanku sudah membuatku tak berhenti tersenyum...

tapi diantara jarak itu, diantara diam itu...aku menikmati kehadirannya, yang hanya bisa kulihat, tanpa mampu untuk masuk kedunianya, atau menariknya keduniaku...

dan aku hanya mampu menikmati.....karena mungkin dia tak pernah menyadari aku ada...

Kesendirian

Ketika deru waktu selalu mengejar-ngejarmu, ke sudut manakah kau akan bersembunyi?

Saat gelombang kehidupan menghempaskanmu dalam bebatuan penderitaan, kepada siapa kau akan berkeluh kesah.

Ketika tumpukan pekerjaan menguras seluruh energi hari-harimu, kemanakah kau akan mencari energi baru.

Saat kelokan kehidupan telah menyesatkan jalanmu, kemanakah kau akan berpaling mencari petunjuk.

Ketika waktu telah melupakan dirimu, dimanakah kau akan mencarinya.

Saat dunia sekelilingmu tidak lagi mengenalmu, kemanakah kau akan bercermin untuk melihatnya.

Ketika dirimu sendiri tidak ingat lagi wajah itu, kepada siapakah kau akan bertanya, “SIAPAKAH SAYA”?

GOING IN……….


Masuklah.

Pergilah ke dalam jiwamu.

Nikmatilah dirimu sendiri. Menyendirilah.

Mereka tidak penting lagi. Kaulah pemeran utamanya.

Mereka telah membutakan matamu. Menutup telingamu. Menghancurkan nuranimu.

Meremukkan hatimu. Merenggut jiwamu

Masuklah kedalam guamu. Nikmati kesendirian jiwamu. Rasakan kesendirian merasuk jauh ke lubuk sanubarimu.

TAPI,


ketika kesendirian telah merenggut hasratmu, dengan apakah mereka kau nyalakan kembali

saat kesendirian menutup pintu terowongan kehidupan bagimu, dengan cahaya apakah kau akan berjalan.

Ketika kesendirian memutuskan rajutan harapanmu, dengan benang apakah mereka kau sulam kembali.

Saat kesendirian mengaburkan gambaran impianmu, dengan tinta apkah mereka kau perjelas kembali.

Ketika kesendirian telah meninabobokanmu dalam alam mimpi, siapakah yang kau panggil untuk membangunkanmu?

Saat kesendirian telah membuatmu lupa kepada waktu, siapakah yang akan mengingatkanmu?

Ketika kesendirian telah merenggut duniamu, ke planet mana kau akan mencarinya?

Saat kesendirianmu hanya ditemani oleh nyamuk-nyamuk yang mau menyedot darahmu, apa yang mereka katakan, apakah mereka berterima kasih karena kau telah memberi mereka makan?

Ketika kesendirianmu hanya diiringi kepulan asap rokok, maukah mereka membawakan impianmu?

Saat kesendirian telah menjauhkan teman-temanmu, kepada siapakah kau akan bercerita.

Ketika kesendirian telah memenuhi duniamu, ke dunia manakah kau akan pergi?

Saat kesendirian telah menghapus warna kehidupanmu, masih tegakah kau menjalani hidup tanpa warna? (hitam dan putih juga merupakan warna)

ketika kesendirian telah menutup pintu hatimu, dengan kunci apakah mereka akan kau buka kembali?

Saat kesendirian telah merusak jalan pikiranmu, dengan apakah mereka akan kau bangun kembali.

Ketika kesendirian telah membuatmu lupa akan dirimu, dimanakah dia akan kau cari?

GET OUT THERE..


Keluarlah.

Dunia ini masih luas. Hidup ini masih panjang. Dunia ini dipenuhi dengan warna-warni keindahan. Hidup ini ditumbuhi dengan bunga-bunga yang menunggu untuk mekar. Mereka sedang menunggu siraman hati dan jiwamu. Tanpa itu mereka akan mati layu. Hidup ini menunggu lukisan karyamu yang terindah.

Selasa, 30 November 2010

Ilusi Dirinya


tanpa buang waktu, ku matikan arloji
beranggapan tuk lebih lama disini
saat mataku dan dia bertabrakan
tepat di tengah tatapan penuh getaran
semua yang sebelumnya terlihat sempurna
namun ternyata hanya ilusi
terbangun karna jam beker yang berbunyi
ternyata sebelumnya hanya mimpi
yang tak pernah terjadi sampai nanti
kutemukan jawaban tuk tetap begitu
sampai ku tahu dia yang ku tuju..
jalan yang cerah masih menanti
sampai akhirnya ku mati
dan arwah ku berlari
ku berharap kau lah yang menggenggam tangan kiriku
saat tangan kanan ku memegang mawar untukmu
dan kita terbaring di rumput hijau
sambil menatap bintang membentuk wajahmu

Arti kehidupan

suatu hari..pernah kurenungi…
adakah seorang insan yang mengerti..
apakah arti kehidupan ini…

pernah kucari arti cinta sejati
namun yang kutemui hanyalah mimpi..
suatu mimpi kosong yang tak bertepi
apakah salah hati ini
ingin memiliki sebuah cinta sejati..

apakah arti sebuah persahabatan sejati
apakah itu juga sebuah mimpi..?
jika benar, apalah arti semua ini..
sudah banyak hari kujalani
tanpa suatu tujuan yang pasti…

semua seakan hanyalah ilusi..
ilusi yang tiada memiliki arti

namun akhirnya satu hal kusadari
hanya Tuhan yang sungguh mengerti,
tentang semua arti kehidupan ini..
kekosongan hati ini
tidak lagi diisi dengan benci..
tak ada yang lebih murni
dari kesucian cinta Ilahi

Minggu, 28 November 2010

Kau

kau jauh bagaikan bulan.
Yang meski jauh tetap dapat kurasakan sinarmu.
Menerangi di setiap gelap malamku.
Menghancurkan suramnya hatiku.
Mengawali setiap senyumku.

Namun,
kau dekat bagaikan angin.
Yang selalu dapat kurasakan hadirmu,
tapi tak dapat ku raih
bahkan hanya sekedar untuk melihatmu.

Apa salahku hingga harus ku lewati malam ini,
yang meski indah diterangi cahaya kasihmu,
namun harus kurasakan pedihnya belaian angin malam yang menyiksa.

kau indah bagaikan bulan,
dan pedih bagaikan angin malam.

Cinta dan Bunga

cinta itu seperti bunga...
benih yang jauh pun dapat tumbuh di hati
seperti penyebaran tumbuhan,
bisa melalui angin, air, kumbang yang tak terduga

cinta itu seperti bunga...
tumbuh sangat tak cepat
sampai tak sabar hati ini ingin melihat lagi..
terkadang membuat paranoid, cemas tak karuan..

sangat indah...
perhatian terus menghujani
seiring tumbuhnya bunga itu... cinta itu..
terus perhatikan jangan sampai terlengah

bunga itu sangat wangi
cinta itu terasa wangi saat bernafas...
seolah bayang-bayangnya masuk ke paru-paru
dan mengalir lembut hingga ke jantung-hati

bila tak disentuh sehari saja
langsung lemah, layu dan kering
hanya sisa-sisa yang dirasakan
sampai hujan menenggelamkan reruntuhan kelopak cinta

sangat menyedih kan bila bunga lain tumbuh..
berikan warna baru..
rasa dan aroma berbeda
hingga akhirnya... ya sudah lah...

lalui hari-hari seperti bunga yang tak terurus
hidup segan mati tak mau
air, pupuk, perawatan tak mampu lagi mengmbalikan keindahan
yang sudah kau tinggalkan,

terus... terus... dan terus...
satu per satu daun, kelopak cinta mulai berjatuhan
akar tak lagi mampu menahan batang kurus tak bertenaga
angin dingin terasa sangat memilukan bila membelai

Kerinduan

Hari ini
Hujan turun menderas
Petir menggelegar
Dan butiranny pun jatuh hingga tepian rumah

Di tengah hujan ini masih saja terbesit..
Akan sebuah rasa yang selalu saja mendekamku dalam setiap puncak ketiggian malam..
Dalam setiap jejak lagkah ku..
Pada seraut wajah dan tinggkah pola mu..

Oh rasa..
Kau hujamkan ku pada sebuah nilai kerinduan..
Rindu yangg menikam nikam..
Dan menenggelamkan saputan awan mendung di rautan wajah mu..

Oh tuhan..
Berilah aku ketabahan..
Dalam menghadapi..
Kehampaan pada sebuah jalan yg penuh semak berbatu ini..

Maka biarkan ku titipkn salam lewat awan..
Yang akan menyampaikan kerinduanku padamu bersama tetesan hjan yg turun menderas..

Keikhlasan


renungan malam...
saat itu tanpa bintang, dingin, kelabu dan basah...
aku seakan tersambar kilatan petir yang tak pernah ku tahu asalnya
coba berfikir positif tapi tetap tak berubah...
emosi, kekecewaan, kepedihan, dan kesedihan itu...
seolah tak lagi terbendung

semua berawal indah...
namun tak dijalani dengan semestinya...
sungguh misteri semua ini bagiku...
apa yang sebenarnya yang tidak ku tahu, dan apa yang sebenarnya tidak ku mengerti????

ingin berteriak rasanya...
tapi suara itu, bukan untuk itu,
ada saatnya nanti.
tapi, aku sungguh kecewa, dengan diri ku & mu

tak bisa memang.
aku paksakan hidup ini, hidup ini ada yang punya.
tentu siapa yang hidup maka dialah yang memilikinya.

suara itu...
suara apakah itu???
seperti jeritan, tapi aku tak mendengarnya melalui telinga
tapi aku merasakannya... suara itu..
mungkinkah?
jeritan hati?
kepedihan itu...
sudah mengakibatkan penderitaan bagi yang hidup,

mungkin aku yang lupa..
siapa aku?
apa yang terpenting dari hidupku?
saat ini? atau nanti?

dia memang malaikat
dan aku...
aku hanya...
hanya manusia...
:) manusia yang paling biasa,

terlalu bodoh jika aku mencoba untuk berfikir...
berfikir kau pernah sedetik saja untuk memikirkan...
manusia yang paling biasa ini...

Minggu, 24 Oktober 2010

Pilihan


Selalu ada pilihan di dunia
Bolehkah aku memilih hal yang kuanggap benar?
Bukan anggapanmu,
Bukan anggapan-Nya

Aku hanya ingin melihat dunia tersenyum padaku,
dan melihat diriku tersenyum pada dunia.
Bukan seringai menyebalkan darimu
atau tatapan merendah yang selalu kau berikan padaku.
Mual, rasanya aku selalu hina di hadapanmu,
bahkan sering kali di hadapan-Nya

Aku hanya ingin bernafas
Melihat fakta kalau dunia masih pantas untuk kujalani dengan tenang
Tanpa air mata kering yang tak kasat di matamu
atau tawa palsu yang melengkung risih di bibir
atau, mungkin aku diciptakan untuk itu?
Memalsukan hidup
demi kehidupan orang lain

Menyedihkan,
Untuk itu aku kadang menyalahkan-Nya
Maaf, maaf, maaf,Otak manusiaku belum sanggup menangkap maksud ujian-Mu
Mungkin hanya butuh waktu
tapi bukankah waktu itu semu?

Kamis, 19 Agustus 2010

Belajar dari Kesalahan

Bila anda melakukan sesuatu, ada kemungkinan anda membuat sesuatu kesalahan. Bila anda membuat kesalahan, itu adalah hal yang hebat. Karena anda berkesempatan belajar sesuatu.

Akui kesalahan anda, teliti, dan pelajari secara mendalam. Jawablah kesalahan anda tersebut. Kesalahan adalah guru yang paling luar biasa. Dengan mengenal apa yang salah, anda dibantu untuk menemukan apa yang benar.

Tom Watson, pendiri IBM, tahu persis nilai sebuah kesalahan. Suatu saat, seorang pegawai membuat kesalahan besar yang merugikan IBM senilai jutaan dollar. Sang pegawai yang dipanggil ke kantor Watson, berkata “Anda pasti menghendaki saya mengundurkan diri” Jawab Watson, “Anda pasti bercanda. Saya baru saja menghabiskan 10 juta dollar untuk mendidik anda…”

Orang yang berbakat sukses, akan belajar dari apapun yang terjadi, termasuk kesalahan. Bila anda membuat sebuah kesalahan, hal yang terbaik adalah megumpulkan kembali keeping-keping yang terserak, dan memperhatikan bagaimana hal itu bisa terjadi.

Jangan menangisi kesalahan. Periksa dan pelajari kesalahan. Selanjutnya memanfaatkan pengetahuan baru anda itu.

Perjalanan yang berliku !!

setelah sedikit mengalami perjalanan yang sedikit berliku..
saya agak sedikit menemukan kesulitan,,ntahlah...mungkin inilah cobaannya...
terkadang kita tidak menyadari apa yang seharusnya kita hindari,sesuatu yg seharusnya kita hindari,bahkan harus kita hadapi,dan jadilah bumerang dalam perjalanan ini...
yap,itulah yang saya alami...
banyak yang harus saya pelajari lagi dalam hidup ini,,salah satunya menjalankan sesuatu dengan apa yang saya ucapkan.bahkan ketika saya menemukan banyak kesulitan...


hhmmm...


saya bingung dengan perasaan berkecambuk akhir2 ini..dan saya juga dibuat bingung dengan tingkah lelaki itu...
saya tidak mengerti,knp para lelaki itu gampang sekali berbuat hal seperti itu.tidak semua lelaki sih,tapi utk 2orang yang saya temukan akhir2 ini yah seperti itu...
mereka terkadang membuat para wanita bingung dengan sikapnya,saya salah satunya..
apa ada yang salah?tapi sepertinya tidak..tapi knp begitu...
saya berpikir,akankah saya menyelidiki dari perbuatan mereka??
hingga akhirnya saya menemukan jawabannya,dan saya akan tau harus bersikap seperti apa kepada mereka...
yap..mungkin itu yang harus saya jalani...

Selasa, 17 Agustus 2010

MERDEKA !!!!

setelah perjuangan yang cukup sabar , akhirnya saya menemukan juga pwd akun ini ,, ahaaii...
senangnya minta ampun..dari kemarin mau ngeblog selalu tertunda (sampe lupa apa yang mau ditulis,hee)
tapi sekarang,disaat indonesia berulang tahun yang ke 65,akhirnya pwd nya ketemu juga..huft
apa mesti saya ngeblog pas ultah indonesia aja??kan gag mungkin,,hehee

lanjuuuutt akh...

pertama kalinya 17agtus ada di bandung , taon2 sebelumnya kan ada di jakarta,kumpul bareng teman2 dirumah,pagi2 bikin ide buat lomba sorenya..siangnya sibuk cari kado untuk lomba,terus jam 3 kumpul d dpn rumah salah satu tetangga..abis itu abis ashar lomba buat ade2 d tetangga..seru2an,lucu2an,banjur2an...gokil dah,,
nah,pas malamnya kita penghuni Jl. Pinang Harapan Baru I kumpul..tergantung mau kumpul di dpn rumah siapa dulu ini,biasanya mah d depan pos pinang..
pas malamnya kita kumpul,doa bersama,makan2..terus ada lomba lagi,tapi ini khusus bapak2 ibu2 dan anak remaja nya..gag mau kalah heboh dong sama ank2 kecil nya,,hehee
kalo jaman2 masih SMP SMA sih bisa kumpul sampe malam,tapi sekarang2 karena udah banyak yang kuliah,dan jauh2 semua kuliahnya,jadi kita jarang kumpul,kecuali saat lebaran tiba....
kangen banget sama suasana di harapan baru...pengan balik ke sana lagi...suasana di sisi jauh sangat berbeda..huft
tapi tetap semangat menggapai cita2..ingat tujuan awal,,aheeeyy..

MERDEKA INDONESIA 65..

Rabu, 02 Juni 2010

hanya sebuah kekuatan

Ada kekuatan di dalam cinta,
Orang yang sanggup memberikan cinta adalah
orang yang kuat
Karena ia bisa mengalahkan keinginannya
Untuk mementingkan diri sendiri.

Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan,
Orang tertawa gembira adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah terlarut dengan
tantangan dan cobaan.

Ada kekuatan di dalam kedamaian diri
Orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah
orang yang kuat
Karena ia tidak pernah tergoyahkan
Dan tidak mudah diombang-ambingkan.

Ada kekuatan di dalam kesabaran,
Orang yang sabar adalah orang yang kuat
Karena ia sanggup menanggung segala sesuatu
Dan ia tidak pernah merasa disakiti.
Ada kekuatan di dalam kemurahan,
Orang yang murah hati adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah menahan mulut dan
tangannya
Untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.

Ada kekuatan di dalam kebaikan,
Orang yang baik adalah orang yang kuat
Karena ia bisa selalu mampu melakukan yang
baik bagi semua orang.

Ada kekuatan di dalam kesetiaan,
Orang yang setia adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan
pribadi
Dengan kesetiaannya kepada Allah dan sesama.

Ada kekuatan di dalam kelemahlembutan,
Orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat
Karena ia bisa menahan diri untuk tidak
membalas dendam.

Ada kekuatan di dalam penguasaan diri,
Orang yang bisa menguasai diri adalah orang
yang kuat
Karena ia bisa mengendalikan segala nafsu
keduniawian.

...........
Sadarkah teman bahwa engkau juga memiliki
cukup Kekuatan untuk mengatasi segala
permasalahan
dalam hidup ini?
Dimanapun, seberat dan serumit apapun juga.
Karena pencobaan tidak akan pernah dibiarkan
melebihi kekuatan kita.

Selasa, 01 Juni 2010

Surga di Bumi


Tirai kehidupan tiba-tiba saja tersibak
Teka-teki misteri perlahan terkuak
Dan cahya terang merasuk ke kamarku yang suram
Aku melongok keluar jendela, untuk menyaksikan
Lalu kulangkahkan kakiku mengitari kota
Menghirup napas kebebasan yang melegakan
Dan dunia serasa berubah
Sebab semua menjadi lebih indah
Walau hati ini masih berkandung gundah
Semangatku seakan membuncah
Dan mimpiku berkecambah;

Jalanku menjadi lebih terjal, tetapi sekarang jelas
Hutan mana yang mesti kuterabas
Tak peduli sakit ataupun panas
Segalanya kuterima dengan hati puas
Sebab Rajawali takkan tumbuh jika takut terbang
Dan mentari tak ditakdirkan sembunyi di balik awan
Jika manusia enggan berjuang,
Lalu apa yang didapatkan, kecuali putus asa dan kesedihan

Hari ini, aku hidup demi mimpiku sendiri
Hari ini, mimpiku lebih berharga dan segalanya
Untuk membuktikan bahwa aku benar;
Bahwa keberanian melahirkan keberhasilan
Ketekunan melampaui semua kekuatan
Dan kejujuran bukanlah kelemahan
Hanya satu jawabnya,
Mahkota Sang Raja di istana mesti digenggam

Tapi suatu saat nanti, aku ingin hidup untuk orang lain
Dadaku selalu sesak melihat anak-anak jalanan
Mereka mengemis dan kelaparan
Dan ibu yang menangis tertahan
Saat bencana datang tanpa peringatan
Mereka yang tertindas memohon pertolongan
Untuk keadilan yang tak jua datang
Oh, bangsaku yang wajahnya tercoreng arang
Tunggulah, jika saatku tiba;
Saat aku cukup kuat menanggung beban
Saat kata-kataku bukan lagi angin yang tak dipedulikan

Aku ingin membangun surga
Di atas bumi yang tak sempurna
Dimana semua orang bisa bahagia
Saling berbagi, walau hanya sejumput doa

Sekarang, mungkin tanganku terulur lemah
Dan hanya bisa kusampaikan keluh kesah
Tapi, mimpi untuk suatu saat nanti
Takkan boleh mati; Mesti jadi abadi

Senin, 31 Mei 2010

Untitled

Jemariku ingin menggamitmu
Tapi, siapalah aku
Di antara desakan orang yang memuja
Aku bagaikan pasir dalam hembusan angin
Berterbangan menuju tak tentu
Lalui segenap rindu tak bertemu
Lewat gurat pena, aku bercerita
Lewat puisi tua, aku bertutur kata
Segala resah, tersimpan di dada

Aku bahkan tidak cukup berani
Tuk sampaikan nada kata dalam jiwa
Karena engkau bintang, dan aku hanyalah pengembara
Sedang engkau bersinar terang, lalu aku bermuram durja
Karena engkau bunga, dan aku hanyalah belukar
Sedang engkau elok rupa, lalu aku tumbuh liar
Segala jarak mengandung beda
Hingga pengharapan dan kenyataan,
Begitu sulit teruntai dalam simfoni bahagia

Jika memang takdir tiada bersambung
Biarkan bayangmu menari dalam imajinasiku
Kan kupahat kau dalam relungku
Dan kusimpan dalam sudutku
Hingga malam tak lagi terlalu kelam
Sebab, bintang menjadi penerang jalan
Hingga padang tak perlu lagi gersang
Sebab, bunga tumbuh di sela bebatuan

Mungkin, kau tak perlu dengar desah ini
Sebab siapalah aku, si pengelana mimpi, bagimu

Kepada Seorang Kawan ^^


Kawan, aku tak tahu apa yang dapat kulakukan untukmu. Saat kau menyampaikan berita itu, kau hanya berkata, “Terimakasih karena sudah bersedia mendengarkan.” Sungguh, aku merasa begitu lemah karena hanya dapat menjadi seorang pendengar, apalagi aku telah memberi saran yang membuatmu melayang sebentar kemudian terhempas dengan cara yang begitu menyakitkan. Andai aku punya dapat berbuat lebih.

Aku tahu, aku tak dapat membuat dunia sesuai yang kuinginkan. Aku ingin tak ada perang, tak ada kebencian, tak ada kemiskinan, tak ada kesedihan, tapi sejarah tak pernah lepas dari keempatnya. Dan ketika aku mencoba mewarnai duniaku dengan pandangan itu, aku masih tetap gagal, bahkan pada dirimu. Aku gagal menghindarkanmu dari airmata, aku gagal membantumu menjadi lebih baik, bahkan celah yang kuanggap mampu menolongmu pun tak dapat berkata banyak.

Meskipun kata andai sekarang menjadi sia-sia, aku tetap tak bisa mengenyahkannya dari benakku. Seandainya aku lebih sering mengingatkanmu, mungkin semuanya tak perlu sedemikian parah. Aku senang merenung, merangkai kejadian-kejadian lampau dalam sebuah kisah hingga bisa kuambil baik-buruknya. Kadang renungan itu hanya bertahan selama seminggu, kadang sebulan, tak pasti, namun aku tahu, tidak semuanya berjalan dengan gayaku. Mungkin kau tak begitu, dan seharusnya saat kau tengah terpuruk aku ada di sana untuk dirimu.

Kau tak menyalahkanku, bahkan kau mengucapkan terimakasih. Tapi aku benar-benar merasa tidak pantas mendapatkan segala kebaikan dan kepercayaan darimu, aku bukan seorang kawan yang baik. Aku mengetahui segala sesuatunya ketika semuanya sudah terlambat, padahal aku tahu bagaimana kau menyikapi segala sesuatu, seharusnya aku lebih keras mendorongmu.

Kawan, aku tak tahu lagi apa yang bisa kulakukan untukmu, meski kau memang tak pernah memintanya. Namun aku tahu, aku memiliki bagian kesalahan dalam kasusmu. Aku tak cukup peduli dan tegas dalam mengingatkanmu. Salah satu tujuanku yang dari dulu tak pernah berubah adalah menjadi orang yang berguna, tapi bahkan untuk dirimu hal tersebut tak berhasil.

Kenapa kau masih percaya padaku? Kenapa kau masih menceritakan kisah-kisahmu padaku? Bukankah aku tak bisa berbuat banyak untukmu? Bukankah kata-kataku tak mengeluarkan dirimu dari masalah? Aku benci perasaan ini, saat aku hanya bisa terdiam mendengarkan segala kisahmu tanpa dapat berbuat banyak, apalagi setelah semuanya terlambat.

Aku sering bertanya-tanya, kenapa banyak orang yang demikian baik padaku. Hal-hal kecil yang dapat membuat hariku cerah ceria: ucapan-ucapan semangat di pagi hari, kata-kata kangen, ucapan selamat ujian, senyum, sebuah anggukan sebagai tanda sapa, jaga kesehatan, tanya akan hari dan rutinitasku, waktu yang orang bagi bersamaku, dunia tampak begitu sempurna. Namun ternyata aku tetap tidak bisa menjadi orang baik bagi yang lain. Mungkin aku masih berada dalam tahap yang paling rendah, sebatas dalam hati.

Ya Allah, berilah hamba-Mu ini kekuatan untuk menjadi lebih baik. Agar tak kudapati lagi tatapan terluka. Sang Maha Kasih, apakah aku egois karena menginginkan orang-orang yang kusayang tak bersedih agar diriku sendiri pun tak ikut berduka?

Negeri Kecil (dibawah khatulistiwa)

*Bukan Puisi


Ini bukan cerita Negeri entah berantah
Adalah sebuah Negeri Kecil yang hidup dibawah Khatulistiwa
Negeri yang Tubuh dan merangkak di Atas Cincin Api.
Sering disebut Negeri ini tanah Surga
Alasannya tidak ada tumbuhan yang tidak tumbuh disini

Penghuninya mendekati Dua Ratus Dua Puluh Juta jiwa
Namun sayang hampir semua menjadi babu di Negeri sendiri
Sampai pimpinan Rumah tangga masih dibawah kendali “Istri”
Negeri yang kecil, hanya Tujuh belas ribu sekian Pulau
Dan tidak sedikit pulaunya yang belum bernama
Sangking kecilnya banyak warga yg mengungsi
Kenegeri tetangga.
Mungkin karena disini sudah sesak
Oleh para pemulung yang berdasi
Yang merampas semua hak – haknya
Hampir semua aktifitas di sini ada komisi
Wajar kalau pemulung dikasih Dasi

Negeri yang hasil tambangnya hampir rata – rata
urutan lima besar di dunia.

Delapan puluh persen minyak di asia tenggara
Ternyata di hasilkan di Negeri yang Kecil ini.
Wajar kalau Rakyatnya masih mengais Sampah
Dari sisa buang Pemulung Berdasi
Hanya untuk bertahan hidup besok pagi
Kenapa tidak, di Negeri ini kasus buang angin lebih berarti
Dari pada kasus memberantasan korupsi
Pencuri semangka di Penjara
Pembobol Bank di lindungi, alasan belum cukup bukti
Maka jangan heran kalau anak bangsa
Hanya bisa menelanjangi diri
Pemimpin Bangsa hanya hidup meraup riba
Anak laki – laki hidup dalam kungkungan Narkoba
Anak Perempuan membanting harga diri
Hanya dengan alasan “Hidup Susah”
Namun sudah biasa di Negeri kecil ini

Negeri yang ter hanyati
Yang hutannya di jual oleh Musang Bersepatu
Oleh tikus bergelar Doktor
Hanya keperluan sekenar untuk
menambah simpanan “maaf” Wanita malam
Lagian Istri Resminya berbangga asal tidak Poligami

Itulah negeri kecil dibawah Khatulistiwa
Tapi akhir – akhir ini, banyak “TERORIS” berkeliaran disini
Katanya....
Jangan – jangan hanya Rekayasa
Kerena kelebihan Negeri kecil ini
Pemegang senapannya di didik oleh
Yahudi Dalang makar di berbagai sudut bumi

Satu kebanggaan di Negeri ini
yaitu Negeri yang umat Muslim terbesar didunia
Berdoalah untuk Negeri Kecil ini
Agar kebangkitan Islam lagi
Bermula disini