
tanpa buang waktu, ku matikan arloji
beranggapan tuk lebih lama disini
saat mataku dan dia bertabrakan
tepat di tengah tatapan penuh getaran
semua yang sebelumnya terlihat sempurna
namun ternyata hanya ilusi
terbangun karna jam beker yang berbunyi
ternyata sebelumnya hanya mimpi
yang tak pernah terjadi sampai nanti
kutemukan jawaban tuk tetap begitu
sampai ku tahu dia yang ku tuju..
jalan yang cerah masih menanti
sampai akhirnya ku mati
dan arwah ku berlari
ku berharap kau lah yang menggenggam tangan kiriku
saat tangan kanan ku memegang mawar untukmu
dan kita terbaring di rumput hijau
sambil menatap bintang membentuk wajahmu
