Selasa, 30 November 2010

Ilusi Dirinya


tanpa buang waktu, ku matikan arloji
beranggapan tuk lebih lama disini
saat mataku dan dia bertabrakan
tepat di tengah tatapan penuh getaran
semua yang sebelumnya terlihat sempurna
namun ternyata hanya ilusi
terbangun karna jam beker yang berbunyi
ternyata sebelumnya hanya mimpi
yang tak pernah terjadi sampai nanti
kutemukan jawaban tuk tetap begitu
sampai ku tahu dia yang ku tuju..
jalan yang cerah masih menanti
sampai akhirnya ku mati
dan arwah ku berlari
ku berharap kau lah yang menggenggam tangan kiriku
saat tangan kanan ku memegang mawar untukmu
dan kita terbaring di rumput hijau
sambil menatap bintang membentuk wajahmu

Arti kehidupan

suatu hari..pernah kurenungi…
adakah seorang insan yang mengerti..
apakah arti kehidupan ini…

pernah kucari arti cinta sejati
namun yang kutemui hanyalah mimpi..
suatu mimpi kosong yang tak bertepi
apakah salah hati ini
ingin memiliki sebuah cinta sejati..

apakah arti sebuah persahabatan sejati
apakah itu juga sebuah mimpi..?
jika benar, apalah arti semua ini..
sudah banyak hari kujalani
tanpa suatu tujuan yang pasti…

semua seakan hanyalah ilusi..
ilusi yang tiada memiliki arti

namun akhirnya satu hal kusadari
hanya Tuhan yang sungguh mengerti,
tentang semua arti kehidupan ini..
kekosongan hati ini
tidak lagi diisi dengan benci..
tak ada yang lebih murni
dari kesucian cinta Ilahi

Minggu, 28 November 2010

Kau

kau jauh bagaikan bulan.
Yang meski jauh tetap dapat kurasakan sinarmu.
Menerangi di setiap gelap malamku.
Menghancurkan suramnya hatiku.
Mengawali setiap senyumku.

Namun,
kau dekat bagaikan angin.
Yang selalu dapat kurasakan hadirmu,
tapi tak dapat ku raih
bahkan hanya sekedar untuk melihatmu.

Apa salahku hingga harus ku lewati malam ini,
yang meski indah diterangi cahaya kasihmu,
namun harus kurasakan pedihnya belaian angin malam yang menyiksa.

kau indah bagaikan bulan,
dan pedih bagaikan angin malam.

Cinta dan Bunga

cinta itu seperti bunga...
benih yang jauh pun dapat tumbuh di hati
seperti penyebaran tumbuhan,
bisa melalui angin, air, kumbang yang tak terduga

cinta itu seperti bunga...
tumbuh sangat tak cepat
sampai tak sabar hati ini ingin melihat lagi..
terkadang membuat paranoid, cemas tak karuan..

sangat indah...
perhatian terus menghujani
seiring tumbuhnya bunga itu... cinta itu..
terus perhatikan jangan sampai terlengah

bunga itu sangat wangi
cinta itu terasa wangi saat bernafas...
seolah bayang-bayangnya masuk ke paru-paru
dan mengalir lembut hingga ke jantung-hati

bila tak disentuh sehari saja
langsung lemah, layu dan kering
hanya sisa-sisa yang dirasakan
sampai hujan menenggelamkan reruntuhan kelopak cinta

sangat menyedih kan bila bunga lain tumbuh..
berikan warna baru..
rasa dan aroma berbeda
hingga akhirnya... ya sudah lah...

lalui hari-hari seperti bunga yang tak terurus
hidup segan mati tak mau
air, pupuk, perawatan tak mampu lagi mengmbalikan keindahan
yang sudah kau tinggalkan,

terus... terus... dan terus...
satu per satu daun, kelopak cinta mulai berjatuhan
akar tak lagi mampu menahan batang kurus tak bertenaga
angin dingin terasa sangat memilukan bila membelai

Kerinduan

Hari ini
Hujan turun menderas
Petir menggelegar
Dan butiranny pun jatuh hingga tepian rumah

Di tengah hujan ini masih saja terbesit..
Akan sebuah rasa yang selalu saja mendekamku dalam setiap puncak ketiggian malam..
Dalam setiap jejak lagkah ku..
Pada seraut wajah dan tinggkah pola mu..

Oh rasa..
Kau hujamkan ku pada sebuah nilai kerinduan..
Rindu yangg menikam nikam..
Dan menenggelamkan saputan awan mendung di rautan wajah mu..

Oh tuhan..
Berilah aku ketabahan..
Dalam menghadapi..
Kehampaan pada sebuah jalan yg penuh semak berbatu ini..

Maka biarkan ku titipkn salam lewat awan..
Yang akan menyampaikan kerinduanku padamu bersama tetesan hjan yg turun menderas..

Keikhlasan


renungan malam...
saat itu tanpa bintang, dingin, kelabu dan basah...
aku seakan tersambar kilatan petir yang tak pernah ku tahu asalnya
coba berfikir positif tapi tetap tak berubah...
emosi, kekecewaan, kepedihan, dan kesedihan itu...
seolah tak lagi terbendung

semua berawal indah...
namun tak dijalani dengan semestinya...
sungguh misteri semua ini bagiku...
apa yang sebenarnya yang tidak ku tahu, dan apa yang sebenarnya tidak ku mengerti????

ingin berteriak rasanya...
tapi suara itu, bukan untuk itu,
ada saatnya nanti.
tapi, aku sungguh kecewa, dengan diri ku & mu

tak bisa memang.
aku paksakan hidup ini, hidup ini ada yang punya.
tentu siapa yang hidup maka dialah yang memilikinya.

suara itu...
suara apakah itu???
seperti jeritan, tapi aku tak mendengarnya melalui telinga
tapi aku merasakannya... suara itu..
mungkinkah?
jeritan hati?
kepedihan itu...
sudah mengakibatkan penderitaan bagi yang hidup,

mungkin aku yang lupa..
siapa aku?
apa yang terpenting dari hidupku?
saat ini? atau nanti?

dia memang malaikat
dan aku...
aku hanya...
hanya manusia...
:) manusia yang paling biasa,

terlalu bodoh jika aku mencoba untuk berfikir...
berfikir kau pernah sedetik saja untuk memikirkan...
manusia yang paling biasa ini...