Sabtu, 23 April 2011

ILMMIPA Indonesia 2010-2012 Mau Kemana ???

ILMMIPA Indonesia selaku ikatan lembaga tingkat nasional sudah seharusnya memiliki arah gerak yang jelas dan dipahami oleh seluruh anggota yang tergabung didalamnya. seluruh kinerja rill dari kepengurusan periode ini yang merupakan realisasi arah gerak organisasi juga sudah dirumuskan dalam Rapat Kerja Nasional yang diselenggarakan pada tanggal 30 Maret 2011 yang lalu di Universitas Islam Indonesia. Namun demikian tidak dapat dipungkiri bahwa Rakernas yang hanya dilaksanakan dalam waktu beberapa jam tersebut kurang optimal dalam mengakomodir gagasan-gagasan besar dan kreatif dari berbagai lembaga mahasiswa MIPA yang ada di Indonesia. dengan demikinan saya rasa perlu dibangun diskusi-diskusi yang positif dalam membangun dan merealisasikan arah gerakan organisasi selama satu periode kepengurusan kedepan.

Saat kita ingin merumuskan arah pergerakan maka perlu kita rumuskan permasalahan yang saat ini terjadi pada bidang garapan kita yaitu sans-teknologi / bidang ke-MIPA-an di Indonesia. Seperti yang sudah kita ketahui bersama dalam diskusi bersama Sekretaris Jenderal MIPA Net Dr. Hasim, DEA bahwa salah satu permasalahan bidang ke-MIPA-an saat ini adalah dalam bidang pendidikan sains dan riset. MIPA yang notabebe adalah basic sains yang merupakan akar dari pengembangan sains terapan bukanlah menjadi the first choice pada sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia padahal siapa Juara Olimpiade Fisika Internasional ? siapa Juara Olimpiade Matematika Internasional ? Bukankah dari Indonesia ???

Sistem pendidikan sains di negara kita mulai dari dasar, menengah hingga perguruan tinggi sangat sedikit yang mengarah ke jalur pembentukan peneliti-peneliti handal yang mampu mengatasi permasalahan di Indonesia lewat kajian dalam bidang sains. Saat ini, baik secara sadar maupun tidak kita sadari, pendidikan ke-MIPA-an di negara kita justru membentuk Warga Negara Indonesia yang asing terhadap MIPA dan justru cenderung menjauhinya

Jika ditinjau dari aspek mahasiswa, salah satu faktor penyebab kemunduran bidang ke-MIPA-an di Indonesia adalah kontribusi mahasiswa MIPA itu sendiri. Secara sadar maupun tidak sadar mungkin bisa kita pertanyakan apa kontribusi mahasiswa MIPA untuk Indonesia sampai saat ini? dengan demikian bisa kita ambil jawaban bahwa kita belum berkontribusi banyak, kita belum membuktikan banyak hal bahwa lewat bidang keilmuan kita Mahasiswa MIPA dapat menjadi salah satu problem solver bagi permasalahan Negara Indonesia. Mungkin hal ini terdengar sangat berat namun saya ingin menekankan bahwa memang seharusnya Mahasiswa MIPAlah - yang menguasai basic sains - yang justru dapat melakukan kajian-kajian terperinci terhadap permasalahan Bangsa. Mahasiswa MIPA dapat mengkaji terkait perkiraan jumlah penduduk di Indonesia pada tahun 2050, dampak dan juga solusinya. Mahasiswa MIPA dapat mengkaji terkait diversifikasi pangan, strategi, dan dampak langsungnya bagi Rakyat Indonesia. Mahasiswa MIPA dapat mengkaji terkait energi alternatif, permasalah lingkungan, udara, air, pencemaran, industri, Sumber Daya Alam dan masih banyak lagi permasalahan-permasalahan lain yang perlu dikaji dalam perspektif Sains oleh Mahasiswa MIPA Indonesia. Kenapa harus Mahasiswa ??? Karena Mahasiswalah yang memiliki pressure yang lebih kuat daripada lembaga kajian milik pemerintah maupun swasta.

Rekan-rekan sekalian, ILMMIPA Indonesia ada untuk menyatukan Mahasiswa MIPA Indonesia dalam menyikapi hal-hal di atas. Hasil Rakernas ILMMIPA Indonesia periode 2010-2012 telah merumuskan beberapa langkah strategis menuju kesana melalui penguatan internal organisasi dan juga ekspansi manuver gerakan.

Kestari:
1. Inventarisasi dokumen dan data base anggota ILMMIPA Indonesia
2. Pembuatan SOP dan Buku Panduan ILMMIPA Indonesia

Dana Usaha:
1. Pembuatan dan penjualan atribut serta souvenir ILMMIPA Indonesia
2. Iuran Anggota ILMMIPA Indonesia
3. Bazar

Kaderisasi:
1. Nasional Leadership Training
2. Program sosialisasi ILMMIPA Indonesia

Infokom:
1. Maintenance Website, email, dan milis
2. Inventarisir data jaringan dan eksternal partnership
3. Audiensi dengan Dewan Kehormatan ILMMIPA Indonesia
4. Pembuatan dan penyebaran buletin

Kajian Strategis:
1. Penyikapan isu Nasional
2. Kampung MIPA

Target Capaian 100 hari Kepengurusan:
1. Tersusunnya Standar Operational Prosedur (SOP) kepengurusan ILMMIPA Indonesia
2. Terciptanya koordinasi antar anggota ILMMIPA Indonesia yang optimal memanfaatkan teknologi informasi
3. Perapihan data base anggota ILMMIPA Indonesia
4. Legalisasi ILMMIPA Indonesia oleh Dirjend. Pendidikan Tinggi

Sekali lagi, perlu ditekankan bahwa butuh diskusi-diskusi yang positif untuk menghasilkan gagasan-gagasan baru yang bisa dieksekusi oleh kepengurusan ILMMIPA Indonesia pada periode ini misalnya bagaimana agar MIPA tercitrakan positif dan memiliki kontribusi nyata di mata masyarakat Indonesia. Agenda seperti Jambore Sains Nasional misalnya, terlepas dari nama agenda, intinya adalah bagaimana gagasan-gagasan hasil kajian kita dapat dituangkan dalam satu forum Nasional dan ditanggapi oleh tokoh-tokoh Nasional maupun Internasional melibatkan para siswa sekolah menengah dan mahasiswa MIPA seluruh Indonesia. Dan banyak lagi gagasan-gagasan yang bisa keluar dari pemikiran anggota ILMMIPA Indonesia dan dapat dibahas dalam forum pertemuan ILMMIPA Indonesia selanjutnya. Saat ini tugas yang harus diselesaikan dalam waktu dekat adalah:
1. Menjadikan orang-orang berpengaruh dalam bidang sains dan teknologi sebagai Dewan Kehormatan.
2. Seluruh Koordinator Wilayah agar menjadwalkan rakorwil secepatnya dan dikonfirmasikan kepada ketua umum dan sekjend.
3. Pembuatan Milis ILMMIPA Indonesia.
4. Koordinator wilayah agar mendata kembali anggota ILMMIPA di wilayah masing-masing.
5. Seluruh anggota ILMMIPA Indonesia agar mengkonfirmasikan masa transisi kelembagaan di perguruan tinggi masing-masing

Ini bukan tugas ringan, tapi ini adalah sebuah tantangan. Sebuah terobosan bukanlah mengulang kinerja yang telah dilakukan sebelumnya tapi mempelopori kinerja setelahnya. Intinya adalah bersama-sama seluruh Lembaga Mahasiswa MIPA dan ILMMMIPA Indonesia, mari kita ubah pola pikir Masyarakat Indonesia menjadikan MIPA sebagai the first choice dan sebagai basic sains yang kajiannya menjadi problem solver permasalahan Bangsa. Jika dibahasakan sebagai sebuah rekonstruksi, mari kita bahasakan demikian. Mari kita buat fondasinya yang lebih kokoh lagi dan sebagai fondasi maka wajar jika tepuk tangan yang didapat tidak meriah karena fondasi itu ada di dalam tanah.

Tetap Semangat, Indonesia Cinta MIPA, dari Mahasiswa MIPA untuk Indonesia, dari ILMMIPA Indonesia untuk Semua.


Semarang, 7 April 2011
Reza Auliarahman Bhaktinagara
Ketua Umum ILMMIPA Indonesia 2010-2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar